Journal

Blog Entry Preview Teknologi network May 19, '06 5:24 AM
for everyone

Aku coba mendaftar teknologi network yang banyak dipakai. Di sort dari speed paling rendah. Dari teknologi onwire sampai wireless.

Teknologi Kabel

dial-up PSTN

Ini teknologi paling sederhana, jaman dulu sebelum ada modem telepon hanya untuk komunikasi suara. bandwidth nya di rancang hanya untuk suara vokal, 300hz sd 3,4khz, jadi diatas itu langsung di drop oleh filter. Nah modem dial-up memanfaatkan bandwidth yang kecil tersebut untuk komunikasi data.

Komunikasi analog ini terjadi dari handset rumah sampai kantor Telkom. Dari kantor telkom sinyal analog tadi di jadikan sinyal digital dengan sampling 8khz, 8bit, bandwidth 64Bit. Dari telkom baru salurkan dengan bandwith tinggi E1 yang bisa menampung 30 kanal suara.

Perkembangan terakhir modem ini hanya mentok di bandwidth 56kbps, aktual nya hanya sampai 45-48kbps, enggak mungkin bisa di upgrade lagi, kecuali dengan teknologi yang lain.

ISDN

Integrated Service Digital Network, ISDN mempunyai 2 channel B (bearer)digunakan untuk data juga voice speed nya 64kbps & dan D (Delta) untuk sgingnaling dan control speed 16kbps. Layanan nya di sebut BRI (Basic Rate Interface) dengan bandwidth 2B+D = 2x64kbps+16kbps=144kbps, dan PRI (Primary Rate Interface) yang mencapai 30B+D atau 2.048Mbps (E1).

Setahu ku sih ISDN ini belum sempat menjadi teknologi yang populer hanya mengisi celah kekosongan dari speed lambat dial-up ke xDSL yang sangat cepat. Sekarang seakan hilang layanan ISDN ini...gak tau kemana

ADSL

ADSL (Asimetric subscriber line) termasuk keluarga xDSL terdiri dari HDSL, SDSL, RADSL, VDSL, VDSL2, G.SHDSL, PDSL. xDSL menggunakan bandwidth diatas frekuensi audio, sampai diatas 1.1Mhz. tergantung bandwidth yang dipakai. ADSL dengan bandwith 8Mbps bisa dilayani dengan kabel telp 2km, dibawah 1Mbps bisa sampai 5km. Tapi ini juga tergantung dengan kualitas kabel nya, kabel yang kecil, bad contact, crosslink yang jelek tidak akan bagus dilewati ADSL.

Ciri-ciri kabel yang jelek, suara sering kresek-kresek artinya ada badontact, suara lemah kecil artinya kabel terlalu jauh. suara yang bercampur dengan suara telp lain artinya terjadi crosslink...

Di Indonesia PT.Telkom yang notebone monopoli kabel telepon, sudah menggelar layanan ADSL dengan nama telkomnet MMA, Speedy, tapi jangan harapakan bagus kalau kabel nya sendiri sudah jelek. Terutama di daerah pinggiran, pedesaan, lebih baik cari alternatif lain.

TV cable

Teknology ini blasteran dari TV kabel, internet nya numpang di sebagai tambahan dari service TV cable. speed nya lumayan cepat bisa mencapai 10Mbps. Standar nya disebut DOCSIS (Data Over Cable Service Interface Specification) Memakai kabel Fiber Optik + coaxial dari operator TV cable ke rumah rumah. Sayang nya di indonesia TV cable yang di pelopori oleh kabelvision menyediakan akses internet yang setengah hati, banyak putus nya dari pada nyambung nya. Padahal inisalah satu akses internet yang cukup kenceng.

Power line Internet

Ini terobosan cukup inovatif, data bisa dilewatkan kabel power listrik, bandwidth bisa cukup tinggi bisa mencapai 10Mbps. Di indonesia mulai dipasarkan oleh anak perusahaan PLN Icon Plus. tapi aku belum tau kualitas nya, jadi watch & see aja deh.

Fiber Optik

Kayaknya negara maju aja yang ada layanan narik kabel sampe ke rumah rumah. Dengan FO sangat mungkin mencapai bandwith 100Mbps bahkan 1Gbps, di kita wah udah tajir banget kali ya tarik kabel FO ke rumah...:))

FO mempunyai keunggulan, bisa ditarik sangat jauh tanpa penurunan kualitas sampai 25km singlemode FO, tidak terpengaruh oleh ganguan elektromagnet yang sering terjadi pada kabel telp, atau ganguan interfrensi seperti radiolink/wlan. Biasanya untuk backbone jaringan terutama jaringan jarak jauh, kabel laut antar negara pake FO.

Teknologi Wireless

radio paket

Ya ini teknologi old, Radio HF,SSB,VHF bisa juga dilewati data, tapi speed nya rendah sekali. paling tinggi 19.2kbps untuk radio vhf, kebanyakan dipakai oleh internet radio amatir, gps tracker, dan heather station. Di indonesia di pelopori oleh Onno waktu masih di ITB, saat ini pemakai nya sedikit sekali...ya enakan pake wlan deh.

GSM/AMPS

Handphone GSM masih bisa di lewati data, tapi hiks speed nya cuma 9.6kbps, maklum gms dirancang hanya untuk voice bukan untuk data. begitu juga AMPS teknologi lawas ini aku gak tau deh masih bisa di akses data gak ya.

GPRS/CDMA

Nah ini lebih enak untuk akses internet lewat HP/PDA, bandwidth nya sudah cukup tinggi untuk akses data, cuma jangan download gede gedean bakalan jebol kantong lo...speed nya bisa mencapai 256kbps, tapi tunggu dulu ini bukan teknologi terakhir yang khusus untuk akses data...ada lagi yang lebih ngress.

Radiolink

Radiolink merupakan teknologi terestrial, jarang dipakai oleh orang rumahan, biasanya dipakai sebagai backbone entah itu jaringan telp, internet, atau handphone. Biasanya memakai frekuensi yang lisensi, sering lihat antenna gendang di tower telkom, telkomsel, atau parabola solid itu antenna radio link.

VSAT

VSAT (Very Small Apparture Terminal) merupakan teknologi komunikasi satelit, cukup pupuler untuk komunikasi jarak jauh antar kantor. Tapi jangan harapkan harga yang murah, sangat mahal untuk ukuran rumah/warnet. Kecuali budget nya cukup & pelanggan bersedia membayar mahal. Memakai frekuensi C-band 4Ghz downlink, 6Ghz Uplink. Frekuensi lain seperti KU band, populer di negara subtropis, tapi dikita yang curah hujan nya tinggi, akan sering down karena redaman air hujan yang tinggi.

DVB satellit

Ini mirip dengan TV kabel tapi, lewat satelit, relatif murah. Downlink lewat satelit tapi uplink bisa melalui teknologi lain, jadi disini bisa menghemat antenna uplink & power transmitter yang mahal.

WLAN

WLAN atau WIFI ya ini lagi populer di kita karena murah, antena bisa bikin dari kaleng susu. Jangkauan cukup jauh dengan memakai antena directional, bisa mencapai 20-30km Line Off Sight. Soal teknologi nya mirip dengan Radiolink bedanya WLAN memakai ISM (industrial, scientific and medical) band, Yang tanpa lisensi. Yang populer frekuensi 900Mhz 2.4Ghz dipakai pleh WLAN, diatas nya ada Frek 5,8Ghz. Frekuensi 2.4 Ghz yang paling populer karena bisa menjangkau radius yang jauh. Btw yang menarik Open microwave memakai frekuensi 2.4Ghz.

Ada tiga standar yang sudah populer yaitu 802.11A, 802.11B dan 802.11G. 802.11A memakai modulasi OFDM pada frekuensi 5.8Ghz dengan badwith maksimum 54Mbps, 802.11B memakai CDMA pada frekuensi 2.4Ghz bandwidth maksimum 22Mbps, dan 802.11G memakai OFDM pada frek 2.4Ghz maksimum 54Mbps.

WIMAX Worldwide Interoperability for Microwave Access, pengembangan dari wlan standar nya 802.16. frekuensi nya dari 2Ghz-11Ghz bandwidth maximum 75Mbps, jangkauan sampai 50Km. Btw aku belum melihat barang wimax yang murah jadi jangan harapkan bisa pakai wimax dalam waktu dekat, paling 3-5 tahun lagi baru jadi barang kacangan.


Blog EntryPerintah Linux beserta kegunaannya Mar 20, '06 3:38 AM
for everyone
----------------------------------
cd x atau cd /x == masuk ke direktori x
cd .. atau cd ../ atau cd/.. == pindah ke direktori satu level di bawah
x lalu [tab] [tab] == berguna untuk mengetahui perintah apa saja yang tersedia yang berawalan huruf x
adduser == untuk menambahkan user baru
ls atau dir == untuk melihat isi suatu direktori
cat == untuk melihat isi dari suatu file text
mv x y == untuk memindahkan atau merename file x ke file y
cp x y == untuk mengkopi file x ke file y
rm x == untuk menghapus file x
mkdir x == untuk membuat direktori x
rmdir x == untuk menghapus direktori x
rm -r x == untuk menghapus direktori x beserta seluruh isinya
rm p == untuk menghapus paket tertentu
df atau df x == untuk mengetahui space kosong dalam device x
top == untuk mengetahui status memori (tekan q untuk quit)
man x == untuk mengetahui keterangan manual dari suatu perintah
less x == untuk melihat isi dari suatu file text
echo x == untuk mencetak isi dari suatu file x ke screen
mc == untuk menghidupkan Norton Commander dalam Linux (sangat berguna dan memudahkan bagi newbie)
mount == untuk menghidupkan suatu device spt cdrom
halt == untuk shutdown
reboot atau [ctl + alt + del] == untuk reboot


chmod == untuk mengubah permission suatu file
ls -l x == untuk melihat isi suatu direktori secara rinci
ln -s x y == untuk membuat link dari suatu file x ke file y
find x -name y -print == untuk menemukan file y, dengan mencari mulai dari direktori x dan tampilkan hasilnya pada layar
ps == untuk melihat seluruh proses yang sedang berjalan
kill x == untuk mematikan proses x (x adalah PID di dalam ps)
[alt] + F1 - F7 == untuk berpindah dari terminal 1 - 7 (ciri khas Linux)
lilo == untuk membuat boot disk


startx == untuk menjalankan X-Windows
[ctl] + [alt] + [backspace] == untuk keluar dari X-Windows jika terjadi trouble
[ctl] + [alt] + F1 - F6 == untuk pindah dari satu terminal ke terminal lain dalam X-Windows
xf86Config == untuk mengeset X (primitif) dalam text mode
Xconfigurator == sama seperti di atas


    Artikel ini dibuat karena terdorong keinginan untuk membuat sebuah sistem proxy yang mendukung fasilitas dial on demand dan transparent proxy. Kedua feature ini saya inginkan karena: ...

- dial on demand: otomatis dial ke internet jika dibutuhkan, dan disconnect otomatis jika sudah tidak diperlukan. irit pulsa :)
- transparent proxy: tidak perlu mengkonfigurasi setiap browser di client untuk menggunakan proxy. Bayangkan jika ada 50 client dan kita harus menyetelnya satu per satu untuk menggunakan proxy.

Catatan:
Artikel ini dibuat dengan asumsi bahwa kamu telah setidaknya mengetahui:
- Konsep internet, DNS.
- File system Linux
- Cara mengedit file menggukan text editor seperti vi, mc, emacs, dll.
- Cara memasak Indomie yang baik dan benar.

Spesifkasi system dan software:
-----------------------------------------
Linux Mandrake 9.0 yang telah terinstall: XWindows, Squid, iptables
DNS yang telah berjalan dengan baik, yang mendukung forwarders.
eth0: 192.168.0.77
Sebuah modem external
Indomie rasa Sop Buntut 2(dua) bungkus dan Fanta merah 1 liter (sesuaikan dengan selera kamu)

Langkah-langkah:
-----------------------
1. Install pppd:
urpmi pppd

2a. Install wvdial:
urpmi wvdial

2b. Konfigurasi wvdial:
hidupkan modem
touch /etc/wvdial.conf
wvdialconf wvdial.conf

2c. Edit wvdial.conf dan tambahkan info username, password, dan nomor telpon ISP

[Dialer Defaults]
Modem = /dev/ttyS1
Baud = 115200
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 S11=55 +FCLASS=0
; Phone = <Target Phone Number>
; Username = <Your Login Name>
; Password = <Your Password>
Phone = 21579000
Username = usernamekamu
Password = passwordkamu

[Dialer dod]
Modem = /dev/ttyS1
Baud = 115200
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 S11=55 +FCLASS=0
Phone = 21579000
Username = usernamekamu
Password = passwordkamu

2d. Test wvdial:
wvdial dod

3a. Konfigurasi pppd:
cd /etc/ppp/peers
cp wvdial dod (atau nama apa saja yang kamu inginkan)

3b. Edit file /etc/ppp/peers/dod tersebut dan ketikkan:

noauth
name wvdial
connect "/usr/bin/wvdial --chat dod"
/dev/ttyS1
115200
modem
crtscts
defaultroute
usehostname
user usernamekamu
noipdefault
idle 180
persist
demand
logfd 6

3b. Buat sebuah file bernama ip-up.local di /etc/ppp untuk menjalankan script firewall
touch /etc/ppp/ip-up.local
chomd 755 /etc/ppp/ip-up.local

4a. Extract gShield-2.8.tgz. dalam hal ini saya taruh di /home/saya
tar -zxvf gShield-2.8.tgz

4b. Rename dan copy direktori gShield-2.8 ke /etc/firewall
mv /home/saya/gShield-2.8 /home/saya/firewall
cp -R firewall /etc

4c. Edit file /etc/firewall/gShield.conf sesuai kebutuhan kamu. disitu telah jelas keterangan-keterangannya. kamu bisa memilih port apa saja yang ingin kamu buka, tutup, enable NAT, dll. Juga edit file /etc/firewal/conf/NAT sesuai keperluan network kamu.

4d. buat link dari file /etc/ppp/ip-up.local ke file /etc/firewall/gShield.rc
ln -s /etc/firewall/gShield.rc /etc/ppp/ip-up.local

5a. Bila eth0 kamu disetel menggunakan default gateway, maka ada kemungkinan kamu tidak akan bisa browsing ke internet walau sudah terkonek. Untuk itu hapus default gateway dengan perintah:
route del default gw
atau bisa juga menggunakan linuxconf agar default gateway terhapus secara permanen.

5b. Test pppd:
pppd call dod

5c. Cek di /var/log/messages:
tail -f /var/log/messages

Jun 1 10:30:43 server pppd[3032]: pppd 2.4.1 started by root, uid 0
Jun 1 10:30:43 server pppd[3032]: Using interface ppp0
Jun 1 10:30:43 server pppd[3032]: local IP address 10.64.64.64
Jun 1 10:30:43 server pppd[3032]: remote IP address 10.112.112.112
Jun 1 10:30:44 server /etc/hotplug/net.agent: assuming ppp0 is already up

5d. Test dial on demand dengan menghidupkan browser dan membuka website misalnya linux.arinet.org, maka di /var/log/messages akan muncul:

Jun 1 10:32:05 server pppd[3032]: Starting link
Jun 1 10:32:06 server WvDial: WvDial: Internet dialer version 1.42
Jun 1 10:32:06 server WvDial: Initializing modem.
Jun 1 10:32:07 server WvDial: Sending: ATZ
Jun 1 10:32:07 server WvDial: OK
Jun 1 10:32:07 server WvDial: Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 S11=55 +FCLASS=0
Jun 1 10:32:07 server WvDial: OK
Jun 1 10:32:07 server WvDial: Modem initialized.
Jun 1 10:32:07 server WvDial: Sending: ATDT 21579000
Jun 1 10:32:07 server WvDial: Waiting for carrier.
Jun 1 10:32:07 server WvDial: ATDT 21579000
Jun 1 10:32:31 server WvDial: CONNECT 45333/ARQ/V90/LAPM/V42BIS
Jun 1 10:32:31 server WvDial: Carrier detected. Waiting for prompt.
Jun 1 10:32:32 server WvDial: Welcome to 3Com Total Control HiPer ARC (TM)
Jun 1 10:32:32 server WvDial: Networks That Go The Distance (TM)
Jun 1 10:32:32 server WvDial: login:
Jun 1 10:32:32 server WvDial: Looks like a login prompt.
Jun 1 10:32:32 server WvDial: Sending: usernamekamu
Jun 1 10:32:32 server WvDial: usernamekamu
Jun 1 10:32:32 server WvDial: Password:
Jun 1 10:32:32 server WvDial: Looks like a password prompt.
Jun 1 10:32:32 server WvDial: Sending: (password)
Jun 1 10:32:33 server WvDial: ~[7f]}#@!}!}!} }8}!}$}%j}"}&[7f][7f][7f][7f]}%}&p3}'O}'}"}(}"};5~
Jun 1 10:32:33 server WvDial: PPP negotiation detected.
Jun 1 10:32:33 server pppd[3032]: Serial connection established.
Jun 1 10:32:33 server pppd[3032]: Connect: ppp0 <--> /dev/ttyS1
Jun 1 10:32:36 server kernel: PPP BSD Compression module registered
Jun 1 10:32:36 server kernel: PPP Deflate Compression module registered
Jun 1 10:32:36 server pppd[3032]: Local IP address changed to 202.158.113.232
Jun 1 10:32:36 server pppd[3032]: Remote IP address changed to 202.158.2.211
Jun 1 10:32:36 server ip-up.local[3066]: initializing v2.8
Jun 1 10:32:36 server ip-up.local[3066]: default TCP response set to REJECT with tcp-reset
Jun 1 10:32:36 server ip-up.local[3066]: default UDP response set to REJECT with icmp-port-unreachable
Jun 1 10:32:36 server ip-up.local[3066]: default logging rate limit set to 20/m
Jun 1 10:32:36 server ip-up.local[3066]: not logging ICMP
Jun 1 10:32:36 server ip-up.local[3066]: no reserved drop logging
Jun 1 10:32:36 server ip-up.local[3066]: dropping multicasts
Jun 1 10:32:36 server ip-up.local[3066]: Enabling IRC connection tracking for 6666,6667
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: 192.168.0.0/24 authorized for NAT
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: Custom forwards DISabled
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: Allowing all ICMP at rate of 60/m
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: Allowing all traceroutes
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: ftpd publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: httpd publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: httpd-ssl publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: SMTP daemon publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: POP3 daemon publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: IMAP daemon publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: IMAP daemon (ssl) publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: BIND publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: SSH daemon publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: identd publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: mysql publically accessible
Jun 1 10:32:37 server ip-up.local[3066]: socks publically accessible

5e. Koneksi akan mati sendiri setelah 180 detik bila idle. Namun bila kamu ingin mematikannya segera, ketik: killall pppd

6. Konfigurasi squid. Edit filenya di /etc/squid/squid.conf. Konfirgurasi squid ini cukup panjang, kamu bisa melihatnya sendiri dengan bantuan keterangan yang ada di dalamnya dan sesuaikan dengan kebutuhan network kamu. Namun intinya untuk mendukung Transparent proxy, kamu harus mengedit line berikut ini menjadi:

httpd_accel_host virtual
httpd_accel_port 80
httpd_accel_with_proxy on
httpd_accel_uses_host_header on

7a. Edit file /etc/firewall/gShield.rc utk mendukung transparent proxy.
cari baris yang berisikan:

# Transparent proxy stuff -- since it's part of the NAT munch
# we add it here
if [ "$ENABLE_TRANSPROXY" = "YES" -o "$ENABLE_TRANSPROXY" = "yes" ]; then
if [ "X$PROXY_HOST" != "X" ]
then
$IPTABLES -t nat -A PREROUTING -i $INTERNAL -p tcp -s ! $PROXY_HOST --dport 80 -j DNAT --to $PROXY_HOST:$PROXY_PORT
$IPTABLES -t nat -A PREROUTING -i $INTERNAL -p udp -s ! $PROXY_HOST --dport 80 -j DNAT --to $PROXY_HOST:$PROXY_PORT

dan tambahkan command berikut ini di baris selanjutnya:
iptables -t nat -A PREROUTING -i eth0 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128

sehingga sekarang menjadi:

if [ "$ENABLE_TRANSPROXY" = "YES" -o "$ENABLE_TRANSPROXY" = "yes" ]; then
if [ "X$PROXY_HOST" != "X" ]
then
$IPTABLES -t nat -A PREROUTING -i $INTERNAL -p tcp -s ! $PROXY_HOST --dport 80 -j DNAT --to $PROXY_HOST:$PROXY_PORT
$IPTABLES -t nat -A PREROUTING -i $INTERNAL -p udp -s ! $PROXY_HOST --dport 80 -j DNAT --to $PROXY_HOST:$PROXY_PORT
$IPTABLES -t nat -A PREROUTING -i eth0 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128

7b. Test konfigurasi:
pppd call dod
buka browser misalnya ke www.yahoo.com. koneksi terjadi. script firewall dijalankan otomatis.
iptables -L -t nat

harus muncul REDIRECT di situ:
Chain PREROUTING (policy ACCEPT)
target prot opt source destination
DNAT tcp -- !nama.server.kamu anywhere tcp dpt:http to:192.168.0.77:3128
DNAT udp -- !nama server.kamu anywhere udp dpt:http to:192.168.0.77:3128
REDIRECT tcp -- anywhere anywhere tcp dpt:http redir ports 3128

8. Test konfigurasi transparent proxy di squid dengan memantau aktivitas di file /etc/var/log/squid/access.log dan /etc/var/log/squid/store.log. Lakukan test dengan browsing-browsing di internet. Tandanya bahwa transparent proxy telah jalan adalah dengan adanya aktivitas di dalam file log tersebut.

tail -f /var/log/squid/acces.log
tail -f /var/log/squid/store.log

Blog EntryMikroTik Wireless ConfigurationMar 20, '06 2:49 AM
for everyone
Setup uses Safe Mode. It means that all changes that are made during setup
are reverted in case of error, or if Ctrl-C is used to abort setup. To keep
changes exit setup using the 'x' key.
[Safe Mode taken]
Choose options by pressing one of the letters in the left column, before
dash. Pressing 'x' will exit current menu, pressing Enter key will select the
entry that is marked by an '*'. You can abort setup at any time by pressing
Ctrl-C.
Entries marked by '+' are already configured.
Entries marked by '-' cannot be used yet.
Entries marked by 'X' cannot be used without installing additional packages.
r - reset all router configuration
+ l - load interface driver
+ a - configure ip address and gateway
d - setup dhcp client
+ s - setup dhcp server
p - setup pppoe client
t - setup pptp client
* x - exit menu
your choice:
OR
[admin@MikroTik] > ip address
[admin@MikroTik] ip address> add address=192.168.1.1/24 interface=ether1
[admin@MikroTik] ip address> pr
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.1.1/24 192.168.1.0 192.168.1.255 ether1
admin@MikroTik] ip address> /
[admin@MikroTik] >
[admin@MikroTik] >interface
[admin@MikroTik] interface> pr

Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 X ether1 ether 0 0 1500
1 X wlan1 wlan 0 0 1500
[admin@MikroTik] interface> enable 0
[admin@MikroTik] interface> enable 1


[admin@MikroTik] interface> pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 X wlan1 wlan 0 0 1500
[admin@MikroTik] ip address>add address=172.1.2.1/30 interface=wlan1
[admin@MikroTik] interface eoip>
[admin@MikroTik] interface eoip
>add name=eoip-tunnel1 remote-address=172.1.2.2 tunnel-id=1 disabled=no arp=enabled
[admin@MikroTik] interface eoip>pr
Flags: X - disabled, R - running
0 R name="eoip-tunnel1" mtu=1500 mac-address=FE:FD:00:00:00:00 arp=enabled remote-address=172.1.2.2 tunnel-id=1
[admin@MikroTik] interface eoip>..
[admin@MikroTik] interface>
[admin@MikroTik] interface> bridge
[admin@MikroTik] interface bridge>
add name=bridge1
[admin@MikroTik] interface bridge>pr
Flags: X - disabled, R - running
0 R name="bridge1" mtu=1500 arp=enabled mac-address=00:00:00:00:00:0 forward-protocols=ip,arp,appletalk,ipx,ipv6,other stp=no priority=32768 ageing-time=5m forward-delay=15s garbage-collection-interval=4s hello-time=2s max-message-age=20s
[admin@MikroTik] interface bridge>port
[admin@MikroTik] interface bridge port>pr

# INTERFACE BRIDGE PRIORITY PATH-COST
0 ether1 none 128 10
1 eoip-tunnel1 none 128 10
2 wlan1 none 128 10
[admin@MikroTik] interface bridge port>set eoip-tunnel1 bridge=bridge1
[admin@MikroTik] interface bridge port>set ether1 bridge=bridge1
[admin@MikroTik] interface bridge port>pr
# INTERFACE BRIDGE PRIORITY PATH-COST
0 ether1 bridge1 128 10
1 eoip-tunnel1 bridge1 128 10
3 wlan1 none 128 10
[admin@MikroTik] interface bridge port>.. ..
[admin@MikroTik] interface>wireless
[admin@MikroTik] interface wireless>set wlan1 mode=bridge disable-running-check=no band=5ghz frequency=5180 ssid=test1

Configurration For Mikrotik Station / Client
[admin@MikroTik] interface eoip>add name=eoip-tunnel1 remote-address=172.1.2.1 tunnel-id=1 disabled=no arp=enabled
[admin@MikroTik] interface wireless>set wlan1 mode=station disable-running-check=no band=5ghz frequency=5180 ssid=test1


[admin@MikroTik] interface>pr
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R bridge1 bridge 0 0 1500
2 R eoip-tunnel1 eoip-tunnel 0 0 1500
3 R wlan1 wlan 0 0 1500


Blog Entryarinet-kursus Membuat Dial-in Callback serverMar 20, '06 1:12 AM
for everyone
Apa itu dialin and callback server? Bagi newbie seperti saya (pada saat mengenal computer) tentu saja merupakan kata yang langka. Sederhananya dialin server adalah sebuah server yang melayani client dialup melalui jalur/line telephone menggunakan protokol pptp.

Note: Tulisan ini adalah sumbangan dari salah seorang contributor kami dengan nick Schatje. Thanks.

In a PPP dialin server setup, users dial in through a telephone line and modem to establish a PPP connection with a remote server. It is possible to make a Linux box call back the user who dialed the server. This document describes the step-by-step procedure to set up a Linux-based callback server.

 

Ok..saya tidak akan memberi penjelasan panjang lebar apa itu dialin server.. mari melanjutkan ke tahap berikutnya.

 

Kebutuhan Software (pre configuration)

Kebetulan OS yang saya pakai ada Fedora yang merupakan turunan langsung dari redhat :

redhat:~# uname -a
Linux redhat 2.6.14.3 #1 Tue Dec 13 19:28:51 SGT 2005 i686 i686 i386 GNU/Linux

PERHATIAN: Anda memerlukan hak root/superuser untuk melakukan ini!

Pertama-tama pastikan bahwa di system anda telah ada paket-paket berikut:

  • pppd

  • mgetty Untuk melihat apakah paket tersebut sudah ada di system kita, lakukan:

redhat:~# whereis pppd
pppd:

Jika hasilnya seperti di atas, berarti paket pppd belum terinstall di system anda, maka saya (memakai Redhat Family) melakukan instalasi memakai rpm saja:

redhat:~# rpm -ivh ppp-2.4.2-6.4.FC3.i386.rpm

Berikutnya, kita check apakah paket mgetty sudah ada. Sekali lagi lakukan :

redhat:~# whereis mgetty
mgetty:

Sama seperti sebelumnya, paket mgetty belum terinstall.

redhat:~# rpm -ivh mgetty-1.1.31-4_FC3.i386.rpm

Sekarang semua paket yang dibutuhkan sudah terinstall di system, mari kita lanjutkan ke tahap berikutnya.

Jika anda menggunakan distro lain, silahkan menggunakan paket sesuai dengan distro anda!

Kebutuhan Hardware (modem)

Dalam hal ini saya menggunakan External modem yang terhubung ke COM1 di computer, ini berarti /dev/ttyS0 di Linux. Jika anda menggunakan COM2 ini berarti /dev/ttyS1. Pastikan bahwa modem yang anda gunakan telah di support oleh Linux. Jika anda menggunakan softmodem (internal modem) yang menggunakan chipset conexant, silahkan meluncur ke http://www.linuxant.com. Saya tidak akan membahas bagaimana cara meng-install driver softmodem tersebut, karena saya tidak mempunyai banyak waktu untuk melakukan percobaan.
Setelah menghubungkan kabel data modem ke port COM1, saya jalankan perintah:

redhat:~# kudzu

Maka kudzu akan mendeteksi apakah ada hardware baru (dalam hal ini modem) yang terhubung ke system kita.

Configurasi (dialin)

Berikut adalah step-by-step yang saya lakukan

1. Buat group ppp dan user pppuser:

redhat:~# groupadd -g 96 ppp
redhat:~# useradd pppuser -u 96 -g 96 -s /usr/sbin/ppplogin

2. Buat file /usr/sbin/ppplogin yang isinya:

#!/bin/sh
#/etc/ppp/ppplogin
# PPP login script
mesg n
stty -echo
exec /usr/sbin/pppd -detach modem debug crtscts

3. Set access attributes file /usr/sbin/ppplogin yang barusan dibuat:

redhat:~# chmod 750 /usr/sbin/ppplogin
redhat:~# chown root:ppp /usr/sbin/ppplogin

4. Set access attributes directory /etc/ppp (optional):

redhat:~# chmod 775 /etc/ppp
redhat:~# chown root:root -R /etc/ppp

5. Set access attributes file /usr/sbin/pppd:

redhat:~# chmod 750 /usr/sbin/pppd
redhat:~# chmod u+s /usr/sbin/pppd

6. Tambahkan entry berikut di file /etc/inittab jika modem anda terkoneksi di COM1:

S0:2345:respawn:/sbin/mgetty ttyS0 -D /dev/ttyS0

Atau, jika modem terpasang juga di COM2:

S1:2345:respawn:/sbin/mgetty ttyS1 -D /dev/ttyS1

7. Restart init.

redhat:~# init q

8. Tambahkan entry berikut di file /etc/mgetty/login.config:

/AutoPPP/ - - /usr/sbin/pppd auth +pap -chap login -detach

Untuk baris lainnya silahkan dicomment.

9. Buat file /etc/ppp/options.ttyS0 jika modem anda di COM1 atau /etc/ppp.options.ttyS1 jika anda menggunakan COM2, yang isinya:

192.168.76.254:192.168.76.99
debug

Keterangan: baris pertama kolom pertama isi dengan IP server anda, kolom kedua diisi alokasi IP untuk client ppp anda Silahkan sesuaikan dengan IP di network anda.

10. Edit file /etc/ppp/options:

#lock (default)
-detach
asyncmap 0
modem
crtscts
proxyarp
lock
require-pap
refuse-chap
ms-dns 192.168.76.254 # Isi IP DNS 1
ms-dns 202.51.209.6 # Isi IP DNS 2
usepeerdns

11. Edit file /etc/ppp/pap-secrets:

# Secrets for authentication using PAP
# client server secret IP addresses
pppuser * password *

12. Sekarang silahkan dicoba dialup ke server kita dari client. Jika client menggunakan System Operasi Windows silahkan buat koneksi melalui dial up networking, login menggunakan username: pppuser dan password: password Pastikan sampai dilangkah ini koneksi dari client ke server sudah jalan, check apakah client sudah mendapatkan IP (contoh) 192.168.76.99
Jika sudah sukses pada tahap ini, mari kita lanjutin untuk setting callback nya, jika belum mungkin ada yang terlewati, silahkan check lognya.

Configurasi CallBack (Server)

Jika dial in sudah berjalan sempurna, sebenarnya setting callback sangat mudah, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumya :)
Berikut adalah tahap yang dilakukan:

1. Buat user back.

redhat:~# useradd back

2. Buat file kosong /ete/mgetty/callback.conf.

redhat:~# touch /ete/mgetty/callback.conf

3. Edit file /etc/mgetty/login.config tambahkan entry berikut :

back - - /usr/sbin/callback -S 12011976

12011976 adalah tanggal lahir saya :)... hehehhe yang benar itu nomor tujuan yang akan dicallback oleh si server, jadi isi saja nomor telp rumah anda, bukankah tujuannya agar kita bisa main internet sambil memonitor jaringan/computer di kantor dari rumah, tapi pulsa kantor yang bayar :D

4. Selesai
Configurasi untuk callback server sampai di sini. Dan ini dijamin berjalan. Sekarang yang perlu dilakukan adalah configurasi di sisi client.

Configurasi CallBack (client Windows)

Sebagai client saya menggunakan OS Windows XP professional, tapi configurasinya sama untuk versi Windows lainnya.

1. Jalankan control panel, kemudian buka Phone and modem options. Di tab modems pilih modem yang akan digunakan (jika terdapat lebih dari 1 modem) untuk melakukan koneksi ke callback server dan click Properties. Sekarang masuk ke tab advanced, masukan entry berikut dibagian extra initialization commands.

&c0s0=1

2. Masih dalam Control Panel click Network Connetions, click kanan di koneksi dialup yang sudah kita buat pilih Properties masuk ke tab Security dan check options Show Terminal Window di bagian Interactive logon and scripting

3. Sekarang coba jalankan koneksi dialup,
Setelah terkoneksi dengan server, maka akan muncul After Dial Terminal window, yang meminta kita untuk memasukan username, ketik back dan tekan enter:

Fedora Core release 3 (Heidelberg)
Kernel 2.6.14.3 on an i686


redhat login:back

Dialing continues in the background, all further messages will
be written to the logfile '/var/log/mgetty.log.callback'.
Please look there for errors / diagnostics.


NO CARRIER

Sampai di sini, server akan melakukan pemutusan koneksi dengan client secara otomatis, selang beberapa detik (sekitar 35 detik), server akan melakukan panggilan ke nomor yang telah kita set pada file /etc/mgetty/login.config. Berikut tampilan lengkap yang muncul di After Dail Terminal Window

Fedora Core release 3 (Heidelberg)
Kernel 2.6.14.3 on an i686


redhat login:back
Dialing continues in the background, all further messages will
be written to the logfile '/var/log/mgetty.log.callback'.
Please look there for errors / diagnostics.


NO CARRIER

RING
CARRIER 33600

PROTOCOL: LAP-M

COMPRESSION: V.42BIS

CONNECT 33600
Connection established, please wait...
...ok

Fedora Core release 3 (Heidelberg)
Kernel 2.6.14.3 on an i686


redhat login:

Perhatian: Jika terminal line in dari telkom terpasang juga (parallel) dengan pesawat telephone, maka pada saat muncul tulisan RING di atas, pesawat telephone anda akan berdering, jangan diangkat!!

Pada beberapa modem, RING akan terjadi selama 3 kali.

Click Done.
Sampai di sini setting callback di sisi client menggunakan OS Windows selesai.

Configurasi CallBack (client Linux)

Untuk client yang menggunakan linux, mungkin akan lebih sulit, dan kebetulan saya belum sempat mencoba, jadi silahkan anda coba sendiri :D

1. Buat file /etc/ppp/options yang berisi:

lock
defaultroute
noipdefault
modem
115200
crtscts
debug
passive
asyncmap 0

2. Buat file /etc/ppp/peers/pppcallback yang berisi:

ttyS1 19200 crtscts
connect '/usr/sbin/chat -v -f /etc/ppp/chat-callback'
noauth

3. Buat file /etc/ppp/chat-callback yang berisi:

ABORT BUSY
ABORT VOICE
ABORT "NO DIALTONE"
ABORT "NO ANSWER"
"" ATZ
OK ATDT123456 # Telephone number of server
CONNECT \d\d
ogin: \q\dback
TIMEOUT 90
RING AT&C0S0=1
ogin: \q\dpppuser
assword: \q\dpassword

Sesuaikan isi file di atas sesuai dengan nomor telephone yang dipasang dimodem server (dial-in server). Juga username dan password disesuaikan dengan username dan password yang anda telah buat di server.
Pada beberapa modem mungkin anda perlu mengganti ATZ dengan AT&FX2

4. Buat file /usr/bin/pppcall yang berisi:

#!/bin/bash
/usr/sbin/pppd -detach call pppcall &

5. Set access attributes file tersebut agar executable

redhat:~# chmod 755 /usr/bin/pppcall

Sekarang anda bisa melakukan dialup ke server dengan menjalankan file /usr/bin/pppcall

Troubleshooting

Jika anda belum/tidak berhasil, sudah bisa dipastikan ada yang terlewati, silahkan ulangi dari tahap pertama, silahkan check log /var/log/mgetty.log.callback juga /var/log/mgetty.log.ttyS0 atau /var/log/mgetty.log.ttyS1 jika modem anda terpasang pada COM2, anda juga bisa menghubungi saya di e-mail jika ada pertanyaan seputar HOW TO ini.


© 2009 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Contact · Help